Runtuhnya Sebuah Kota

Last Updated: May 16, 2026By

Kota Detroit, Michigan selalu jadi contoh runtuhnya sebuah Kota. Kota yang tahun 1960an penuh sibuk, karena sebagai pusat industri otomotif, salah satunya: General Motors.

Bahkan Detroit merupakan Kota terbesar ke-4 di Amerika Serikat.

Detroit hanya andalin satu industri. Ketika industri macet, Kota beruntun macetnya. Banyak masyarakat meninggalkan Detroit, tuk cari penghidupan baru. Kehidupan yang lebih baik.

Edward L Glaeser, pakar ekonomi regional menjelaskan, Kota itu harusnya kumpulan manusia kreatif, bukan sekedar gedung dan infrastruktur.

Banyak hasil studi menjelaskan kemajuan teknologi informasi, tidak berarti mengurangi peran aktifitas fisik Kota. Pertemuan bisnis, pertemuan kreatifitas malah semakin penting. Zoom meeting atau sejenisnya hanyalah pelengkap. Perjumpaan Medsos tidak cukup efektif.

Dengan demikian, pemerintah kota harus jadikan kota sebagai rumah bagi kreatifitas. Tempat orang kreatif, bertalenta berjumpa. Bertukar gagasan.

Itulah yang terjadi di sillicon valey Boston dan Bangelor India. Bertahan, karena aktifitas manusianya. Secara rutin orang bicara start-up, bicara bisnis, bicara teknologi. Anak-anak muda terbiasa berjumpa dalam wadah bisnis, pemerintah fasilitasi perjumpaan untuk itu. Baik antar mereka di Kota, maupun dengan pemuda dari luar kota.

Ciri kota yang sukses saat ini, adalah yang kuat kampusnya, banyak SDM terdidik, banyak bisnis inovatif dan banyak UMKM serta start-up. Setiap tahun perlu ada Lomba, pameran, konfrensi, temu bisnis kaum muda atau start up di Kota.

Tidak sulit, duduk barenglah dengan pebisnis hotel, travel, kampus dan pusat-pusat riset. Tentu saja, juga dengan calon talenta bisnis muda Kota. Rencanakan, targetkan dan evaluasi. Semoga dari Kota Detroit bisa diambil pelajaran.

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua

Leave A Comment