Donald Trump dan Property

Last Updated: May 11, 2026By

Hipotesis bahwa pebisnis sejati biasanya ditempa lingkungan, lambat laun teruji. Kali ini Donald Trump, Presiden AS saat ini. Punya genetik bisnis properti ulung dari ayahnya.

Sebagai presiden Amerika Serikat, mungkin dia dianggap pria brengsek. Gila perang, bahkan oleh sebagian rakyatnya sendiri. Namun dalam bisnis, Trump punya visi yang kuat dan “ambisius”.

Fred Trump, ayah Donald Trump merupakan pengembang real estat New York (NY) sukses wilayah pinggiran: Queens dan Brooklyn. Yaitu, perumahan kalangan berpenghasilan rendah dan menengah.

Donald Trump berkomitmen, berpikir besar. Tidak seperti ayahnya. Ia bertekat mencapai tujuan besar. Cerita ini, ditulis Donald Trump dalam bukunya, Trump: The Art of The Deal.

Sebagai pengembang, Trump menyukai “negosiasi”. Baginya ada kepuasan tersendiri menangkan negosiasi. Entah berapa kali sehari, bernegosiasi bisnis. Menurutnya itu menyenangkan, bahkan jadi hobi. Bakat bernegosiasi baginya bawaan sejak lahir.

Kisah yang menarik, ketika proses dan strategi terbangunnya Trump Tower di New York. Bangunan super megah, dengan dominan bahan kaca mahal, breccia pernice. Ayahnya tidak setuju dengan kemegahan itu, ia berharap cukup dengan bata merah.

Trump Tower, kombinasi antara apartemen mewah, pusat perbelanjaan, restoran, plaza dan lain-lain di kawasan super strategis. Dengan keunikan air terjun setinggi 20 meter di dalamnya.

Bagi pengembang, pemilihan Lokasi adalah kunci. Trump tidak begitu. Terpenting, diperoleh kesepakatan terbaik. Pengembanglah yang ciptakan nilai kawasan. Dengan promosi yang kuat, branding yang tepat, desain yang menarik, dan bangun citra eksklusif.

Termasuk publisitas ke media, walau harus terekspose hal negatif akan dirinya sendiri. Terpenting bagi Trump, kawasan punya nama, publik secara gratis diinfokan bahwa Trump sedang bangun Trump Tower, gedung maha megah. Sampai segitunya.

Trump biasanya membeli apartemen gagal, yang disita otoritas. Selanjutnya, dibenahi sampai dijual dengan keutungan dua kali lipat. Trump sendiri meriset, dan memutuskan.

Mendengar cerita Trump, dengan segala strategi bisnis properti ayahnya, dirinya, rekan-rekan bisnisnya di le-club membawa satu pesan, bisnis itu adalah perang tapi cukup dinikmati saja, harus having fun. Ini yang tidak semua orang bisa, termasuk saya.

Selamat bekerja, dihari yang sibuk…

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua

Leave A Comment