Bob Chapman: Karyawan adalah Keluarga
M Firmansyah
Bob Chapman adalah CEO Barry-Wehmiller. Konon baru saja meninggal 2026 ini, lahir 1945. Chapman seringkali mengakuisisi perusahaan semaput. Masuk ICU. Tinggal tunggu mati saja.
Di Bandara, menunggu keberangkatan anak saya ke Malaysia. Pingin baca buku, kali ini tentang Chapman. Judul bukunya The Leader eat Late. Artinya, pemimpin itu makannya belakangan. Karya Simon Sinek.
Dalam buku itu, Sinek ceritakan sepak terjang Chapman sebagai contoh pemimpin perusahaan yang memanusiakan manusia. Baginya karyawan adalah anak orang yang harus dia jaga.
Terkadang perusahaan lebih menaruh curiga pada karyawan sendiri. Orang tertentu saja diperbolehkan masuk gudang. Bila sembarang karyawan, takut hilang.
Chapman ubah budaya itu. Semua diperlakukan sama. Mulai dari manajemen sampai buruh pabrik. Lahirlah rasa memiliki. Karyawan pabrik-pun leluasa bercerita pada sang CEO.
Suatu waktu Chapman amati sekelompok karyawan, saling bercanda, sambil sruput kopi bareng. Tertawa terbahak-bahak. Tapi ketika bel tanda istirahat selesai, keadaan berubah, raut wajah kembali serius. Seakan bekerja adalah beban.
Chapman berusaha tuk ciptakan budaya kerja yang menyenangkan. Menjadikan suasana kerja sama seperti hari-hari biasa. Bagi Chapman, bukan manusianya yang diubah, tapi lingkungan, aturan mainnya.
Saat mengakuisisi perusahaan Hayssen Sandiacre pendapatan meningkat dari 55 juta dolar menjadi 95 juta dolar. Itulah kepiawaian Chapman. Memperkokoh tumbuhnya perusahaan baru.
Ketika perusahaan mengalami krisis ekonomi tempo hari. Alih-alih memPHK, Chapman hanya sekedar mencutikan karyawan. Cuti tanpa dibayar perusahaan.
Ada banyak kisah yang bisa diambil pelajaran. Salah satunya Bob Chapman. Sebagai salah satu CEO yang dianggap sukses merubah budaya kerja lebih manusiawi.
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua
