Quo Vadis SDM unggul?

Last Updated: February 7, 2026By

@mf

Sekitar 5 tahun yang lewat, saya pernah merasa sangat bahagia sebagai dosen. Mahasiswa bimbingan, yang saya rekomendasi untuk studi lanjut, diterima di kampus bergengsi Amerika Serikat.

Tidak kaleng-kaleng, Ia lulus sebagai mahasiswa master di Illinois Urbana Champaign Amerika Serikat. Dia dapat beasiswa LPDP. Masih muda, fresh graduate. Saat itu. Dia salah satu mahasiswa saya yang cerdas.

Beberapa waktu lalu, dia menghubungi saya. Dia akan kembali ke tanah air, setelah semua studinya selesai, dan bawa pulang gelar master of science di negeri paman sam.

Dia bercerita sedang menjajaki tempat untuknya bekerja, mengabdi dari ilmu yang diperolehnya. Saya merasa sedih, nampaknya SDM seperti ini tidak otomatis mendapat ruang untuk bekerja.

Saya berharap dia bisa bergabung di almamaternya. Sebagai dosen. Namun nampaknya tidaklah ujug-ujug. Ada aturan dan tentu periodenya. Saya maklumi itu. Dia berharap sekali untuk bisa menjadi dosen di almamaternya.

Dia kembali menghubungi saya, insya Allah dia akan bergabung dengan suatu perusahaan asing. Namun masih menunggu. Ya Tuhan, bagi saya dia cocoknya menjadi pengajar, lingkungannya adalah dunia riset ilmiah. Saya tidak putus harapan, terus berharap dia kembali. Bekerja sesuai harapan dan cita-citanya.

Semoga begitu…

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua

Leave A Comment